zwani.com myspace graphic comments

FATWA CINTA SANG RAJA

"Tidak ada Prajurit jelek kalau Pemimpin baik. - Anonim"

"Salah satu cara memecahkan masalah adalah jangan memulai dengan mempersoalkan bagaimana masalah itu terjadi, tetapi mulailah dengan bagaimana masalah tersebut dapat terselesaikan. - Anonim"

"Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. - Robert Hall"

"Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran. - Corrie Ten Boo"



bendera
Myspace Glitter Graphics Maker

Sabtu, 16 Mei 2009

IN MEMORIAM OF BUNDA BUNAKIM


"Terlalu indah dilupakan
terlalu sedih dikenangkan
setelah aku jauh berjalandan kau kutinggalkan

Betapa hatiku bersedih
mengenang kasih dan sayangmu
setulus pesanmu kepadaku
dan kau kan menunggu

Andai kan kau datang kembali,
jawaban apa yang kan ku beri,
adakah jalan yang kutemui
untuk kita kembali lagi

Bersinarlah bulan purnama
seindah serta tulus cintanya
bersinarlah terus sampai nanti
lagu ini ku akhiri."


Sayup-sayup terdengar lagu dari suara lembut Ruth Sahanaya. Anganku melambung, mengenang seorang wanita lain yang tetap hadir dalam hatiku selain ibu dan istriku. Dialah Bundaku, Bunda Boenakim, Bunda Paskibraka yang sudah berpulang menghadap Sang Pencipta pada suatu pagi, tanggal 1 Juli 2005. Tahun 1978 aku mengenal Bunda dan menjadi anaknya untuk waktu tak sampai sebulan. Tapi, sepulangnya dari asrama Paskibraka, bagiku ia tetap menjadi Bunda, begitu pula bagi semua Purna Paskibraka yang berjumlah lebih dari seribu orang. Di mata anak didiknya, Bunda adalah ibu yang baik, penuh perhatian dan cinta. Semua orang menyayanginya dan selalu terkenang akan sapaannya yang akrab dan bersahaja.Bunda Boenakim tidak pernah mau merepotkan orang lain. Selalu bertutur ramah dan sumringah dengan siapapun, walau jari jemari tangannya yang keriput tetap sibuk dengan benang dan jarum menjahit pakaiannya sendiri. Bunda yang sederhana adalah sosok pembina yang sangat akrab di asrama maupun di mana saja kita bertemu. Teman ngobrol yang enak, karena selalu nyambung. Memberikan petuah tentang kehidupan dengan bahasa yang lugas dan menunjukkan tauladan hidup yang membumi. Bunda selalu tersenyum setiap waktu. Jarang sekali dia marah, namun dia akan benarbenar marah jika ada yang menginjak-nginjak harga diri anak-anaknya. Termasuk ketika anggota Paskibraka diperlakukan dengan salah dan seenaknya oleh para pelatih dari militer. Tetapi, dengan penuh cinta ia mau memberi maaf setelah para pelatih sadar dan mau mengubah sikap mereka yang salah.

Suatu saat, aku pernah sama-sama naik bis kota dengan Bunda. Dengan sigap dan lincah di usia yang tergolong lanjut, ia mencari tempat kosong di tingah himpitan penumpang yang berjubel. Dengan spontan Bunda mengucapkan terima kasih kepada seorang pelajar yang memberinya tempat duduk. Ketulusan dan pesona Bunda begitu membekas, terlebih ucapan lembutnya setiap malam di asrama, saat mengantar anggota Paskibraka menuju peraduan. Dia selalu mengingatkan agar kita selalu hormat dan patuh kepada orangtua dan kepada orang yang lebih tua, di manapun kita berada. Bunda mengingatkan kita agar selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk kesehatan dan kebahagiaan orangtua. Dia mengajari kita untuk terus berbakti kepada Ibu Pertiwi dan kepada semua ibu yang melahirkan kita. Dengan kesederhaan Bunda mengajari kita akan hidup yang penuh perjuangan dan jangan pernah berputus asa. Sama seperti cerita perjuangan Bunda saat menghadapi suami yang wafat di pangkuannya. Dengan tabah dantulus serta tawakal, Bunda menyerahkan jiwa suaminya kehadirat Yang Maha Kuasa untuk kemuliaan bumi Indonesia. Begitu banyak kenangan indah yang Bunda ajarkan kepada kita dan kita belum bisa mengikuti semua teladan yang ditunjukkannya. Semoga Bunda sekarang berada di alam kelanggengan dengan penuh kebahagian sesuai amal dan ibadah yang begitu indah dan penuh warna. Sekarang, aku semakin tahu bahwa Bunda Boenakim dengan tulus ikhlas sangat mengasihi kita. Semua dilakukan dengan teladan citra diri dan kasih sejati. Bunda, memang selalu mengajari serta membina dengan hati dan cinta.

(Budi Winarno - Bulletin Paskibraka '78 edisi juni 2007)

0 komentar:

Posting Komentar

SMKN 2 KURIPAN

Foto saya
"Break your border, Touch the sky...!"

SLIDE PASKIBRA 2008